MENTAL MISKIN

Mental Miskin jauh lebih buruk daripada kemiskinan itu sendiri
-Guru Gembul-

Apa itu mental miskin?
Menurut saya mental miskin adalah sebuah pemikiran bahwa dirinya tidak memiliki harta, selalu berkekurangan dan keinginan yang tidak pernah terpenuhi.

Mental ini secara tidak sadar juga bertembuh dalam keluarga saya, cara mereka mendidik saya dan lingkungan tempat saya tinggal. 

Dalam perjalanan menuju kedewasaan, ada momen dimana saya menjadi orang yang benar-benar frustasi menyalahkan keadaan terus menerus untuk kegagalan yang saya alami, untuk cita cita yang belum tercapai, untuk gaya hidup yang tidak seperti teman teman seumuran saya, untuk segalanya yang terjadi salam hidup saya saya lempar sebagai akibat dari kemiskinan orang tua saya. 

Ketika saya membiarkan diri saya melihat hidup saya sendiri dengan lebih luas dan mendalam, saya melihat akarnya. Bukan miskin yang membuat saya insecure dan tidak menghargai hidup saya, tapi memang mental saya di didik menjadi miskin di tempat itu. 

Semua yang telah terjadi dan yang telah terbagun dalam lingkungan keluarga saya biarlah selesai sampai di saya. Bersyukur saya sedikit lebih gaul dari mereka, lebih mengerti teknologi sehingga saya bisa melihat dunia dengan lebih luas.

Yuk mari...

Menghargai hidup dengan bangga akan hidup kita sendiri.
Bangga menjadi petani, rasa bangga bisa membuat saya semangat dalam berkebun, saya bisa merundap (aktivitas menyempotkan pestisida kepadaa tamanaman penganggu) sampai 5 tangki 😂. Rasa percaya diri menjadi petani itu membuat saya bangga bercerita cara saya merawat kebun kepada teman teman saya, tak jarang mereka kagum dengan saya karena kemampuan saya dalam bertani. Saya jauh lebih bahagia ternyata dengan saya jujur pada diri sendiri dan kepada sekitar saya... 

Bangga menjadi pengendara supra. Dulu saya malu sekolah naik motor bebek supra. Motor itu secara fisik jelek kadang juga berasap, bunyi klaksonnya juga aneh. Tapi sekarang, setelah saya pikir itu kendaraan terlucu yang pernah saya pakai. Saya senang melihat teman teman saya tertawa mendengar klakson motor saya, saya juga senang karena motor saya tidak sulit untuk dirawat. Dan setelah saya lulus kuliah dan bekerja saya bisa beli motor baru, dan saya bercerita kepada salah dua rekan kerja saya, bahwa dulu saya menggunakan motor supra untuk bersekolah. Saya tidak menyangka saya lebih bahagia ketika mendengar respon mereka, mereka juga bangga kepada saya karena tidak banyak perempuan muda yang percaya diri menggunakan motor bebek ini, bahkan banyak yang bilang itu adalah motor penagih utang.  Cukup tambahkan sepatu lancip dan jaket kulit hitam untuk disebut rentenir 😂 motor orang miskin lahh mereka bilang. Mereka bangga karena aku bisa sekolah dengan baik dengan keadaan seperti itu. Rasanya menyenangkan ada orang lain bangga pada kita, rasanya jauh lebih baik daripada terus menerus mengeluah karena motor butut. Its okay, apun kata orang selagi kita tidak melanggar apapun dan kita butuh...hayuk gasss kerjakan dan jalani dengan semangat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

accentus

Pantai Terniat

Bukan Bukit Lakke tedong