accentus

(Sumber gambar : pinterest.com)


 Accentus dalam bahasa latin yang berarti stres, yaitu kondisi seseorang baik secara fisik dan emosi sebagai respon atas perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang untuk menyesuaikan diri. Setiap orang pernah mengalami stres, baik itu stres kecil ataupun besar baik dalam hidup dan dalam suatu pekerjaan. Anehnya, sekarang ini semakin banyak orang yang menaruh simpati dan membandingkan tingkatan stres mereka, seolah-olah stres adalah sebuah perlombaan. Setiap orang percaya bahwa diri mereka berada dalam sebuah stres. Stres menjadi kambing hitam untuk banyak hal termasuk makan berlebih, minum alkohol, narkoba, merokok dan alasan ketidakbahagiaan lainnya. 

Orang yang bangga dengan fakta bahwa mereka sedang mengalami stres kadang bahkan tersinggung jika anda tidak terlihat stres. Seolah ada yang salah dengan hidup anda, bahwa anda tidak bersentuhan dengan realistis dan kehidupan yang sesungguhnya, atau bahwa anda malas. 

Stres pada sisi yang lainnya, jika di tanya kepada anda, anda sudah pasti mengatakan bahwa saya tidak ingin terlalu stres dalam hidup. Saya sendiri sering kali memikirkan ini. Dengan melihat stres dari perspektif yang berbeda kita bisa mulai melepas ikatan erat stres dalam hidup kita. Stres bukan sesuatu yang terjadi pada kita, melainkan sesuatu yang di buat oleh pikiran kita. 

Saya memberitahukan sesuatu kepada salah seorang teman saya, saya katakan kepadanya salah satu kegiatan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan stres di dalam kepala saya adalah menggunakan beberapa hari untuk sepenuhnya sendiri dan tidak berbicara dengan siapapun. Teman saya mengatakan bawa kegiatan yang saya lakuan justru kegiatan yang membuatnya stres. Seperti menjadi gila hidup tanpa sentuhan dan percakapan dari orang lain. 

Mengapa suatu kegiatan dapat menimbulkan stres bagi orang lain dan melepaskan stres bagi seseorang?

Jawabanya adalah pikiran kita yang membuat kita stres. Semakin kita memikirkan, akan semakin lebih jelas yang pada akhirnya pikiran kita, bukan situasinya. 

Referensi buku bacaan Overcoming Big Problems in life-Richard Carlson.

Komentar