Lepaskan Saja
(Sumber Gambar : pinterest.com)
Saya juga ikut berpendapat. Salah satu alasan kita selalu merasa marah, kesal, kecewa dan penuh kebencian terhadap orang lain, baik itu teman, orang tua, rekan kerja atau mantan pacar mungkin. Dan alasan kenapa begitu sulit untuk memaafkan adalah karena kita lupa bahwa objek kemarahan kita dapat meninggal hari ini.
Ketika saya merasa marah sepada sahabat baik saya, saya sendiri yang menderita. Sayalah yang membawa kemarahan itu kemana-mana. Ketika saya memandang dia sebagai sumber kemaran saya dan menggap dia akan meninggal hari ini, terjadi perbedaan situasi yang memberi saya sudut pandang yang berbeda.
Saat saya menyadari betapa singkatnya hidup ini, akan jauh lebih mudah untuk memberikan kebaikan hati kepada orang lain. Saat menulis ini, saya teringat akan ucapan dosen kesayangan saya dan kalimat ini sering kali di ulang-ulang oleh seorang sahabat saya di kampus "jika besok mati, segalanya akan sia-sia" saya harap kalimat ini selalu di pandang positif. Saya tidak ingin anda memaknai kalimat ini untuk tidak melakukan apa-apa. Jika besok seseorang yang saya benci meninggal, percuma saya habiskan energi untuk marah, kesal dan benci padanya kemarin.
Ketika kemarahan berkobar dalam hati saya, hanya saya sendirilah yang dapat memadamkannya. Ketika saya frustasi dan di penuhi rasa benci, saya yang harus memaafkan. Dengan saya sadar akan hal ini, saya sendirilah pengemudi atas kapal saya sendiri.
Menurut buku yang pernah saya baca, salah satu kunci untuk hidup yang memuaskan adalah mulai melihat kesulitan bukan sebagai suatu kutukan melainkan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan melepaskan.
Referensi buku bacaan Alibaba's Word-Porter Erisman, Mengatasi Masalah Besar Dalam Hidup- Richard Carlson, dan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat- Mark Manson.

Komentar
Posting Komentar