Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

JENGGO

Gambar
Aku punya peliharaan baru, seekor kucing persia berwarna putih yang aku kasih nama Jenggo. Jenggo itu terinspirasi dari tokoh di Film The Big Four. Tokoh Jenggo yang digambarkan di film itu adalah jagoan berambut kriting nan tebal serta panjang, kulitnya hitam, bahasanya tegas, keras dan lugas, nampak seperti orang timur. Dia mencuri perhatian ku, dia berbeda, dia lucu dan dia sangat unik. Sama seperti Jenggo, dia berbeda dari kebanyakan kucing yang pernah aku pelihara, dia lucu dan dia unik. JENGGO...JENGGOO JENGGOOO 

BENE

Gambar
Dari 2015 aku tinggal sendiri. Sebenarnya sudah terbiasa untuk diam tanpa teman bicara dan kesepian. Akhir 2022 aku putuskan untuk memelihara binatang. Aku punya anjing yang aku kasih nama Bene (Dibacanya pakai cara baca bahasa Indonesia yaa bukan bahasa inggris) Bene ini nakal, bertumbuh menjadi kaptennya para anjing. Suka gunggong orang lewat, suka mengejar orang, sampai-sampai anak anak kecil kampung harus membawa kayu jika melewati rumah kami. Bene juga suka kejar ayam, kejar kucing sampai mengejar babi. Hah Bene itu kurang ajar memang, tapi sama aku dia baik, sama aku dia lemah, kadang bisa aku usap usap badannya dilantai seperti keset.  Semoga Bene panjang umur dan tidak di RW yaa, aku sayang banget sama Bene. Semoga aku bisa menemukan cara supaya Bene ga terlalu galak 

MENTAL MISKIN

Gambar
Mental Miskin jauh lebih buruk daripada kemiskinan itu sendiri -Guru Gembul- Apa itu mental miskin? Menurut saya mental miskin adalah sebuah pemikiran bahwa dirinya tidak memiliki harta, selalu berkekurangan dan keinginan yang tidak pernah terpenuhi. Mental ini secara tidak sadar juga bertembuh dalam keluarga saya, cara mereka mendidik saya dan lingkungan tempat saya tinggal.  Dalam perjalanan menuju kedewasaan, ada momen dimana saya menjadi orang yang benar-benar frustasi menyalahkan keadaan terus menerus untuk kegagalan yang saya alami, untuk cita cita yang belum tercapai, untuk gaya hidup yang tidak seperti teman teman seumuran saya, untuk segalanya yang terjadi salam hidup saya saya lempar sebagai akibat dari kemiskinan orang tua saya.  Ketika saya membiarkan diri saya melihat hidup saya sendiri dengan lebih luas dan mendalam, saya melihat akarnya. Bukan miskin yang membuat saya insecure dan tidak menghargai hidup saya, tapi memang mental saya di didik menjadi miskin di te...